Sabtu, 27 Desember 2008

MENGUBAH DIRIKU SENDIRI

MENGUBAH DUNIA
DENGAN MENGUBAH DIRIKU

Sufi Bayazid bercerita tentang dirinya seperti berikut ini:


"Waktu aku masih muda, aku ini revolusioner, enerjik, visioner; dan aku selalu berdoa:
"Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengubah dunia!"

"Ketika aku sudah separuh baya dan sadar bahwa setengah hidupku sudah lewat tanpa mengubah satu orang pun, aku mengubah doaku menjadi:
"Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah semua orang yang berhubungan denganku: keluarga dan kawan-kawanku, dan aku akan merasa puas."

"Sekarang ketika aku sudah menjadi tua dan saat kematianku sudah dekat, aku mulai melihat betapa bodohnya aku. Doaku satu-satunya sekarang adalah:
"Tuhan, berilah aku rahmat untuk mengubah diriku sendiri." Seandainya sejak semula aku berdoa begitu, maka aku tidak begitu menyia-nyiakan hidupku!'

*** Banyak orang yang ingin membuat perubahan besar dalam kehidupan manusia, namun jarang yang berpikir bagaimana mengubah dirinya sendiri. Jika setiap orang bisa merubah dirinya sendiri menjadi yang terbaik maka seluruh manusia akan mengalami perubahan besar ***

***Sesuatu yang besar berawal dari yang kecil, demikian pula perubahan besar berawal dari perubahan kecil ***

Kenapa kita harus Islam

BEBERAPA ALASAN KENAPA KITA HARUS ISLAM;

• Al-Islam adalah agama Allah
Seluruh nabi dan orang-orang utusan Allah membawa Al-Islam. Islam merupakan agama yang diturunkan oleh Allah melalui utusan-Nya.

Rohmatan Lil’alamin (Rahmat bagi seluruh Alam)
Kata Islam berasal dari kata salima yang artinya selamat, damai, atau sejahtera. Islam juga bisa diartikan dengan tunduk atau pasrah. Kedua makna tersebut memiliki hubungan yang sangat erat. Seseorang yang ingin selamat, damai dan sejahtera di dunia maupun di akherat, ia harus tunduk patuh dan taat kepada aturan Allah, sebab Allah tidak akan membuat aturan yang justru akan membuat manusia sengsara dan merana.
Misalkan saja, Islam mengajarkan sikap kasih sayang terhadap binatang, tumbuhan dan sesama manusia, ataupun terhadap alam semesta. Sebaliknya Islam melarang manusia untuk melakukan sikap yang dapat membuat dirinya sendiri, orang lain, binatang, tumbuhan atau alam rusak atau sia-sia, misalnya islam melarang manusia untuk buang air kecil ke lubang yang ada dalam tanah, ini adalah suatu penghormatan islam terhadap makhluk lain yang mungkin ada dilubang itu. Islam mengajarkan kita untuk bersikap bijak terhadap alam karena dari alamlah sebagian rizki Allah diberikan kepada manusia. Maka dari itulah islam menyebut dirinya Rohmatan Lil’alamin (rahmat bagi seluruh alam) karena memang mengajar kepada para pemeluknya tentang sikap santun terhadap alam.

Semua yang kita kerjakan adalah ibadah
Inilah nilai lebih dari Al-Islam, semua yang kita kerjakan bahkan tidurpun adalah ibadah dalam islam. Satu contoh sederhana, bahwa sekecil dan seremeh apapun tindakan kita akan ternilai sebagai ibadah, asalkan diniatkan untuk mengabdikan diri kepada Allah (bismillah); memberikan sedekah kepada orang lain adalah ibadah, mengucapkan kata-kata baik adalah sedekah, menyingkirkan batu atau paku dari jalan adalah sedekah, bahkan tersenyum tulus kepada orang lain adalah ibadah.

Agama sosial
Islam adalah agama yang mengajarkan pemeluknya bagaimana menata hidup dan kehidupannya. Islam bukan hanya untuk sebagian orang. Islam bisa dipakai oleh seluruh manusia. Bahkan al-Quran (sumber utama al-Islam) adalah untuk seluruh manusia. Islam sangat menghargai perbedaan bahkan islam sangat menghormati pemeluk agama lain. Ini dibuktikan dengan sabda Rasulullah “Barang siapa menyakiti orang kafir yang hendak hidup damai bersama orang-orang muslim maka ia menyakitiku”(Kurang lebih demikian hadisnya). Ini adalah nilai yang sangat tinggi yang dijunjung islam dalam sosialisasinya bahkan penghormatan yang tertinggi diberikan kepada siapa yang ingin berdamai dan bersosialisasi dengan para pemeluknya.
Prinsip Islam dalam hal hidup bersosial, kalau boleh saya ibaratkan adalah seperti prinsip kehidupan lebah, meskipun analogi ini tidak sepadan dengan kandungan dalam Islam. Lebah memakan dari yang baik, menebarkan kebaikan dan memberi manfaat bagi seluruh alam. Tapi jangan pernah mengusik lebah, karena ia tidak akan mengusik jika tidak diusik. Namun bila lebah diusik maka mereka akan mati-mati dan dengan segenap nyawa dan tenaga akan melawan hingga kedamaian itu kembali tercipta.

Agama keselamatan
Islam merupakan agama keselamatan yang tiap pemeluknya dijamin akan selamat baik di dunia terlebih lagi di akherat dengan syarat menjalankan islam secara menyeluruh dan bersungguh-sungguh. Islam menjamin setiap pemeluknya masuk syurga selama tidak menduakan Allah (syirik). Karena syirik adalah dosa terbesar yang tiada dapat tertebus kecuali dengan taubatan nashuha yaitu tobat dengan seluruh jiwa dan raga yang berarti tidak akan mendekati dan melakukan hal yang demikian lagi.
Tapi mungkinkah pemeluk islam masuk neraka?
Seorang muslim yang benar-benar telah ber-islam, pasti telah beriman. Apabila iman (nilainya) telah masuk ke dalam kalbunya, maka ibarat ruangan, kalbunya telah dipenuhi dengan cahaya terang, yaitu iman. Iman bagaikan cahaya, lawannya adalah dosa, yaitu kegelapan atau kotoran yang menghalangi dan menutupi cahaya. Surga merupakan perwakilan dari iman atau cahaya dan neraka merupakan perwakilan dari dosa dan kegelapan. Mengingat bahwa dalam diri manusia terdapat titisan Ruh Rabb—yang merupakan cahaya kebenaran—maka tempat kembalinya manusia adalah Surga. Maka jika cahaya dalam dirinya terkikis oleh kegelapan, maka dia akan diletakkan ke dalam Neraka, agar kegelapan dalam dirinya mengendap dan tertinggal di sana—yaitu tempat asli kegelapan— kemudian dia diangkat dari neraka dengan cahaya yang terang kembali.

Allahu A’lam Bish-showab

Selasa, 02 Desember 2008

Kisah Nabi Shaleh a.s.

KISAH NABI SHALEH A.S.

Tsamud adalah nama suatu suku yang oleh sementara ahli sejarah dimasukkan bagian dari bangsa Arab dan ada pula yang menggolongkan mereka ke dalam bangsa Yahudi. Mereka bertempat tinggal di suatu dataran bernama ” Alhijir ” terletak antara Hijaz dan Syam yang dahulunya termasuk jajahan dan dikuasai suku Aad yang telah habis binasa disapu angin taufan yang di kirim oleh Allah sebagai pembalasan atas pembangkangan dan pengingkaran mereka terhadap dakwah dan risalah Nabi Hud A.S.
Kaum Tsamud tidak mengenal Tuhan. Tuhan Mereka adalah berhala-berhala yang mereka sembah dan puja, mereka minta perlindungan dari segala musibah dan mengharapkan kebaikan serta kebahagiaan.

Nabi Saleh Berdakwah Kepada Kaum Tsamud

Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tidak akan membiarkan ummat-Nya berada dalam kegelapan. Maka diutuslah seorang nabi untuk memberi penerangan dan memimpin mereka keluar dari jalan yang sesat menuju jalan yang benar. Beliau adalah Nabi Saleh yang berasal dari suku mereka sendiri, dari keluarga yang terpandang dan dihormati oleh kaumnya, terkenal tangkas, cerdik pandai, rendah hati dan ramah-tamah dalam pergaulan.

Nabi Shaleh mengajak manusia untuk menyembah Tuhan Allah Yang Maha Esa. Tuhan yang telah mencipta mereka, menciptakan alam semesta dan seisinya untuk kebahagiaan hidup manusia.Tuhan Yang Esa itulah yang layak mereka sembah, bukan patung-patung berhala yang mereka pahat sendiri dari batu-batu gunung yang tidak bisa memberi sesuatu kepada mereka atau melindungi mereka dari ketakutan dan bahaya.
Nabi Shaleh memperingatkan mereka bahwa beliau adalah utusan Allah. Semua yang diajarkan dan didakwahkan kepada mereka adalah amanat Allah yang harus dia sampaikan kepada mereka untuk kebaikan mereka semasa hidup mereka dan sesudah mereka mati di akhirat kelak. Beliau menyuruh merkea agar segera meninggalkan berhala-berhala itu dan agar beriman kepada Allah Yang Maha Esa.

Kaum Shaleh tidak mau mendengar seruan dan dakwahnya dan mereka tidak mau meninggalkan sesembahan mereka dan nenek moyang mereka. Mereka tidak mempercayai ucapan Nabi Shaleh bahkan mereka meragukan kenabian beliau.
Nabi Saleh memperingatkan mereka agar jangan menentangnya dan agar mengikuti ajakannya beriman kepada Allah yang telah mengurniai mereka rezeki yang luas dan penghidupan yang sejahtera.

Kaum Tsamud tidak hanya menolak ajakan Nabi Shaleh, tapi mereka justru mengejek beliau sambil berkata:

“Engkau telah kerasukan setan dan terkena sihir.Engkau telah menjadi sinting dan gila. Akalmu sudah berubah dan fikiranmu sudah kacau sehingga engkau dengan tidak sedar telah mengeluarkan kata-kata ucapan yang tidak masuk akal dan mungkin engkau sendiri tidak memahaminya. Engkau mengaku bahwa engkau telah diutuskan oleh Tuhanmu sebagai nabi dan rasul-Nya. Apakah kelebihanmu daripada kami semua sehingga engkau dipilih menjadi rasul, padahal ada orang-orang di antara kami yang lebih patut dan lebih hebat untuk menjadi nabi atau rasul daripada engkau. Engkau hanya ingin menjadi pemimpin kami dengan mengarang-ngarang cerita sebagai utusan Tuhan. Berhentilah berdakwah, kami tidak akan mengikuti jalanmu dan meninggalkan jalan yang telah ditempuh oleh nenek moyang kami”.

Nabi Saleh menjawab: ” Aku telah berulang-ulang mengatakan kepadamu bahwa aku tidak mengharapkan sesuatu apapun daripadamu sebagai imbalan atas usahaku memberi tuntunan dan penerangan kepada kamu. Aku tidak mengharapkan upah atau mendambakan pangkat dan kedudukan bagi usahaku ini yang aku lakukan semata-mata atas perintah Allah, kelak yang aku harapkan adalah balasan dan pahala. Aku telah memperoleh bukti-bukti yang nyata atas kebenaran dakwahku.
Selanjutnya mereka menentang Nabi Shaleh dan meminta beliau untuk membuktikan kebenaran kenabiannya dengan suatu bukti mukjizat dalam bentuk benda atau kejadian luar biasa yang berada di luar kekuasaan manusia.

Allah Memberi Mukjizat Kepada Nabi Shaleh A.S.

Nabi Shaleh sadar bahwa tentangan kaumnya untuk menunjukkan bukti kenabian berupa mukjizat itu adalah bertujuan untuk menentang dan ingin mempermalukan beliau. Nabi Saleh pun menerima tentangan mereka dengan menuntut janji kepada mereka bila beliau berhasil mendatangkan mukjizat yang mereka minta, mereka akan meninggalkan berhala mereka dan akan mengikuti Nabi Shaleh dan beriman kepadanya. Merekapun berjanji untuk beriman jika benar-benar terbukti.

Selanjutnya Nabi Shaleh memohon kepada Allah agar memberinya suatu mukjizat untuk membuktikan kebenaran kenabiannya sekaligus mematahkan tantangan kaumnya yang masih keras kepala itu. Ia memohon dari Allah dengan kekuasaan-Nya menciptakan seekor unta betina dikeluarkannya dari tumpukan batu karang besar yang terdapat di sisi sebuah bukit yang mereka tunjuk. Sesaat kemudian, dengan izin Allah Yang Maha Kuasa, terbelahlah batu karang yang ditunjuk itu dan keluarlah seekor unta betina.

Dengan menunjuk kepada unta yang baru keluar dari perut batu besar itu berkatalah Nabi Saleh kepada mereka:”
“Inilah dia unta Allah, janganlah kamu ganggu dan biarkanlah ia mencari makanannya sendiri di atas bumi Allah ia mempunyai giliran untuk mendptkan air minum dan kamu mempunyai giliran untuk mendapatkan minum bagimu dan bagi ternakanmu juga dan ketahuilah bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya bila kamu sampai mengganggu binatang ini.”

Dengan berhasilnya Nabi Saleh mendatangkan mukjizat yang mereka tuntut maka gagallah usaha para pemuka kaum Tsamud untuk menjatuhkan kehormatan & mempermalukan Nabi Shaleh bahkan sebaliknya telah menambah tebal kepercayaan para pengikutnya.

Unta Nabi Saleh Dibunuh

Pemuka kaum Tsamud menyiapkan rencana jahat untuk membunuh unta Nabi Shaleh. Pemuka Tsamud pun mengundang dua orang lelaki bernama Mushadda’ bin Muharrij dan Gudar bin Salif untuk melakukan pembunuhan dengan imbalan hadiah yang sangat banyak. Dengan bantuan tujuh orang lelaki, bersembunyilah kumpulan 9 orang itu di suatu tempat yang biasanya dilewati oleh unta Nabi Shaleh. Begitu unta itu lewat maka ditebaslah leher onta itu.

Setelah mereka berhasil membunuh onta itu, mereka berkata kepada Nabi Shaleh:
“Wahai Shaleh! Untamu telah amti dibunuh, cobabuktikan ancaman yang engkau janjikan dulu, jika engkau betul-betul termasuk orang-orang yang benar.”

Nabi Saleh menjawab:” Aku telah peringatkan kamu, bahwa Allah akan menurunkan azab-Nya atas kamu jika kamu mengganggu unta itu. Maka dengan terbunuhnya unta itu maka tunggulah engkau akan tibanya masa azab yang Allah talah janjikan dan telah aku sampaikan kepada kamu. Kamu telah menentang Allah dan terimalah kelak akibat tentanganmu. Janji Allah tidak akan meleset . Kamu boleh bersuka ria dan bersenang-senang selama tiga hari ini kemudian terimalah akibatnya. Demikianlah kehendak Allah dan taqdir-Nya yang tidak dapat ditunda atau dihalang.”

Turunnya Azab Allah Yang Dijanjikan

Nabi Shaleh memberitahu kaumnya bahwa azab yang akan Allah turunkan akan didahului dengan tanda-tanda. Mendengar ancaman azab yang diberitahukan oleh Nabi Saleh kepada kaumnya, kelompok sembilan orang yang membunuh unta berencana untuk membunuh Nabi Shaleh.Mereka mengadakan pertemuan rahsia dan bersumpah akan melaksanakan pembunuhan itu di waktu malam, di saat orang masih tidur nyenyak untuk menghindari tuntutan balas darah oleh keluarga Nabi Shaleh, jika identitas mereka diketahui. Rancangan mereka ini dirahsiakan sehingga tidak diketahui dan didengar oleh siapa pun kecuali kesembilan orang itu sendiri.

Ketika mereka datang ke tempat Nabi Shaleh bagi melaksanakan rancangan jahatnya di malam yang gelap-gulita dan sunyi-senyap tiba-tiba batu-batu berjatuhan menimpa kepala mereka yang tidak diketahui dari arah mana datangnya dan seketika mereka meninggal dunia. Demikianlah Allah telah melindingi rasul-Nya dari perbuatan jahat hamba-hamba-Nya yang kafir. Satu hari sebelum hari turunnya azab yang telah ditentukan itu, dengan izin Allah berangkatlah Nabi Shaleh bersama para mukminin pengikutnya menuju Ramlah, sebuah tempat di Palestina, meninggalkan Hijir dan penghuninya, kaum Tsamud habis binasa, ditimpa halilintar yang dahsyat beriringan dengan gempa bumi yang mengerikan.

Nabi Shaleh Wafat

Nabi Saleh dan orang-orang yang beriman bersamanya diselamatkan dari azab tersebut. Al-Alusi menceritakan orang yang selamat bersama Nabi Saleh sebanyak 120 orang, sementara yang binasa 5.000 orang. Beliau wafat di Nawahiyir Rimlah di Palestina.
Kisah Nabi Shaleh diceritakan oleh 72 ayat dalam 11 surah di antaranya: Surah Al-A’raf: 73-79, surah Hud: 61-68 dan surah Al-Qamar : 23-32.

Pelajaran Dari Kisah Nabi Shaleh A.S.

Pelajaran berharga yang dapat dipetik dari kisah Nabi Saleh ini ialah bahwa dosa dan perbuatan tercela/buruk yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dapat berakibat negatif bagi orang banyak.

Oleh karena itu kita harus melakukan amar makruf (memerintahkan dan melakukan yang baik) nahi mungkar (Mencegah dan menjauhi perbuatan buruk). Karena dengan melakukan tugas ini kedamaian dan kesejahteraan hidup akan terwujud.
Bersikap diam, pasif, atau cuek terhadap perbuatan jelek yang dilakukan orang lain di hadapan kita berarti kita setuju dengan perbuatan itu.

Nabi shaleh merupakan seorang Nabi yang penyayang, senang menolong orang lain dengan tulus tidak mengharapkan imbalan dari mereka. Beliau senantiasa mengajarkan dan mengajak kepada kebaikan dan kebenaran.

Sudahkah kita meniru dan mengidolakan Nabi Shaleh dan Nabi-nabi Allah lainnya?

Minggu, 09 November 2008

Sejarah Adzan dan Iqamah (Class 3)



Sejarah adzan


Adzan mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah. Mulanya, pada suatu hari Nabi SAW mengumpulkan para sahabat untuk memusyawarahkan bagaimana cara memberitahu masuknya waktu salat dam mengajak orang ramai agar berkumpul ke masjid untuk melakukan salat berjamaah. Di dalam musyawarah itu ada beberapa usulan. Ada yang mengusulkan supaya dikibarkan bendera sebagai tanda waktu salat telah masuk. Apabila benderanya telah berkibar, hendaklah orang yang melihatnya memberitahu kepada umum. Ada juga yang mengusulkan supaya ditiup terompet seperti yang biasa dilakukan oleh pemeluk agama Yahudi. Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan lonceng seperti yang biasa dilakukan oleh orang Nasrani. Usul lainnya adalah nyala api di atas bukit. Yang melihat api itu dinyalakan hendaklah datang menghadiri salat berjamaah. Semua usulan yang diajukan itu ditolak oleh Nabi SAW, tetapi beliau menukar lafal itu dengan assalatu jami’ah (marilah salat berjamaah).

Pada suatu malam, Abdullah bin Zaid (beliau adalah seorang hamba Allah yang berasal dari bani Khazraj, beliau mengikuti baiah aqabah ke-2) bermimpi. Dalam mimpinya, beliau melihat ada seseorang yang sedang membawa lonceng dengan tangannya mengelilingiku.

Akupun berkata : "Wahai hamba Allah, apakah engkau maun menjual lonceng itu?"
Dia berkata : "untuk apa anda menanyakan terompet ini?"
Zaid berkata : "akan kami gunakan untuk panggilan shalat".
Dia berkata : "Apakah kau mau kuberitahu yang lebih baik dari itu?"
Maka kukatakan : "Tentu."
Dia berkata : "Kau ucapkan saja kata-kata berikut ini:

Allahu Akbar - Allahu Akbar (2x)
Asyhadu alla ilaha illallah (2)
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2x)
Hayya 'alash sholah (2 kali)
Hayya 'alal falah (2 kali)
Allahu Akbar - Allahu Akbar (1x)
La ilaha illallah (1x).

Kalimat tersebut kini kita kenal dengan Adzan.


Asal Muasal Iqamah


Setelah lelaki yang membawa lonceng itu melafalkan adzan, dia diam sejenak, lalu berkata: "Kau katakan jika shalat akan segera didirikan:

Allahu Akbar, Allahu Akbar
Asyhadu alla ilaha illallah
Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah
Hayya 'alash sholah
Hayya 'alal falah
Qod qomatish sholah (2 kali), artinya: "Shalat akan didirikan"
Allahu Akbar, Allahu Akbar
La ilaha illallah

Begitu waktu subuh tiba, Zaid mendatangi Rasulullah SAW kemudian dia memberitahu beliau apa yang dimimpikan. Beliaupun bersabda: "Sesungguhnya itu adalah mimpi yang benar, insya Allah. Panggillah Bilal bin Rabah dan ajarkanlah kepadanya apa yang kau mimpikan agar dia yang mengumandangkannya, karena sesungguhnya suaranya lebih lantang dan merdu darimu.
Abdullah bin Zaid pun menemui Bilal, lalu dia menajarkan adzan kepadanya.

Suara adzan yang dikumandangkan oleh Bilal pun terdengar oleh Umar bin al-Khaththab ketika dia berada di rumahnya. Kemudian dia keluar dengan selendangnya yang menjuntai. Umar berkata: "Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar, sungguh aku telah memimpikan apa yang dimimpikannya." Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Maka bagi Allah-lah segala puji."

HR Abu Dawud (499), at-Tirmidzi (189) secara ringkas tanpa cerita Abdullah bin Zaid tentang mimpinya, al-Bukhari dalam Khalq Af'al al-Ibad, ad-Darimi (1187), Ibnu Majah (706), Ibnu Jarud, ad-Daruquthni, al-Baihaqi, dan Ahmad (16043-redaksi di atas). At-Tirmidzi berkata: "Ini hadits hasan shahih". Juga dishahihkan oleh jamaah imam ahli hadits, seperti al-Bukhari, adz-Dzahabi, an-Nawawi, dan yang lainnya. Demikian diutarakan al-Albani dalam al-Irwa (246), Shahih Abu Dawud (512), dan Takhrij al-Misykah (I: 650).

Adzan merupakan panggilan bagi umat Islam untuk memberitahu masuknya shalat fardlu. Adzan juga digunakan sebagai tanda telah masuk waktu shalat. Orang yang mengumandangkan adzan disebut muadzin. Lafadz adzan terdiri dari 7 bagian:
1. Allahu Akbar, Allahu Akbar (2 x); artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar"
2. Asyhadu alla ilaha illallah (2 x) "Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan selain Allah"
3. Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2 x) "Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah"
4. Hayya 'alash sholah (2 x) "Mari menunaikan shalat"
5. Hayya 'alal falah (2 x) "Mari meraih kemenangan"
6. Allahu Akbar, Allahu Akbar (1 x) "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar"
7. Lailaha ilallah (1 x) "Tiada sesembahan selain Allah"
Note: lafadz iqamah: ditambah dengan “Qad qamatis shalah. (shalat akan segera didirikan)


Source: ENSIKLOPEDI ISLAM, Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1997.

Senin, 20 Oktober 2008

HIKMAH DI BALIK PROSES BELAJAR

ADA HIKMAH DI BALIK PROSES BELAJAR
(Butuh kesabaran dan ketekunan)

Camkan baik-baik usaha Ibnu Sina dalam mempelajari buka ”Metaphysiscs” karya aristoteles. Beliau mengulang – ulang mencoba memahami buku itu hingga 40 kali. Proses ini terus terjadi sampai Allah membukakan pintu hikmah bagi Ibnu Sina. Bahkan di kemudian hari Ibnu Sinalah yang dianggap paling paham tentang hal itu. Jika kita berhusnudzon, hikmah dari peristiwa ini adalah bahwa jalan terbaik dalam memahami pelajaran ”Metaphysiscs” adalah dengan menghafalnya. Bukan sekedar memahami.

Sangat penting kita memahami bahwa dalam proses kita memahami sesuatu sebenarnya tidak akan pernah lepas dari faktor keterlibatan tuhan kita, Allah. Allahlah gudang dari segala ilmu pengetahuan. Di sisinya terhampar luas ilmu pengetahuan yang dapat kita selami sekehendak kita. Allah jualah yang menentukan apakah kita cepat meresap sebuah pelajaran atau butuh waktu lama dalam mempelajarinya. Ada suatu pelajaran yang memang kita mudah memahaminya, ada pula suatu bidang dimana kita lambat memahaminya.

Bisa jadi Allah memutuskan bahwa kita harus menghafalnya agar bisa memahaminya atau langsung saja dapat dipahami. Kadang pula untuk memahami sesuatu kita harus melakukan praktek atas ilmu yang sedang kita dalami. Bisa jadi juga Allah mengehendaki agar kita mengikis rasa takabur kita dalam mempelajari ilmu pengetahuan. Untuk contoh terakhir dapat kita pahami dari peristiwa nilai ujian kita yang selalu di bawah rata-rata padahal sudah belajar keras semalaman. (Nah.. disini letak takaburnya.. tidak bisa mempersiapkan ujian dalam waktu semalam atau dua malam! Menghadapi ujian butuh proses, dan tidak dihadapi dengan perasaan takabur). Akhirnya semua itu bersimpul pada pembenahan cara belajar kita selama ini. Allah sayang sama kita. Dan dengan cara itulah kita bisa lebih dekat dengan Allah, saat kita bisa menyimpulkan sebuah hikmah bijak dari peristiwa yang menimpa kita sehari-hari. Allah maha keren!

Ingat kisah Ibnu Hajar? Awalnya ia benci terhadap dirinya sendiri. Saking sulitnya ia menyerap suatu ilmu, ia selalu mengutuk dirinya sebagai manusia yang bodoh. Sehari-hari selalu selalu ia lalui dengan mencerca dan mengutuk diri sendiri. Kamu bodoh! Idiot! Gak punya otak! (pernahkah sahabat sepeti ini? Jangan disesali, ini adalah bagian dari proses) Hal ini terjadi sampai ibnu hajar melihat sebuah peritiwa yang menghantarkan ia pada hidayah Allah. Ditengah perenungannya ibnu hajar melihat tetesan air yang senantiasa menetes ke atas permukaan sebuah batu. Ia perhatikan baik-baik, ternyata permukaan itu tidak rata, khusus permukaan yang senantiasa terkena tetesan air bentuknya menjadi cekung menjorok ke bawah. Sama seprti permukaan bulan. Eureka! Ibnu hajar paham bahwa belajar bukan sesuatu yang instan, tetapi butuh proses! Sedikit demi sedikit.. setahap demi setahap! Akibat peristiwa itu Ibnu hajar menggegas langkahnya dan bertekad untuk belajar keras. Sampai akhirnya Ibnu hajar bisa membuktikan azamnya. Sepanjang sejarah Ibnu hajar dikenal sebagai ahli tafsir yang masyhur dan melebihi ulama-ulama yang sezaman dengannya.

Jadilah Dirimu Yg Sejati

Cerita serigala, kambing, singa, dan manusia indonesia
Yahya Ayyash Add comments

Alkisah, di sebuah hutan belantara ada seekor induk singa yang mati
setelah melahirkan anaknya. Bayi singa yang lemah itu hidup tanpa
perlindungan induknya. Beberapa waktu kemudian serombongan
kambing datang melintasi tempat itu. Bayi singa itu menggerakgerakkan
tubuhnya yang lemah. Seekor induk kambing tergerak
hatinya. Ia merasa iba melihat anak singa yang lemah dan hidup
sebatang kara. Dan terbitlah nalurinya untuk merawat dan
melindungi bayi singa itu.

Sang induk kambing lalu menghampiri bayi singa itu dan membelai
dengan penuh kehangatan dan kasih sayang. Merasakan hangatnya
kasih sayang seperti itu, sibayi singa tidak mau berpisah dengan sang
induk kambing. Ia terus mengikuti ke mana saja induk kambing
pergi. Jadilah ia bagian dari keluarga besar rombongan kambing itu.
Hari berganti hari, dan anak singa tumbuh dan besar dalam asuhan
induk kambing dan hidup dalam komunitas kambing. Ia menyusu,
makan, minum, bermain bersama anak-anak kambing lainnya.

Tingkah lakunya juga layaknya kambing. Bahkan anak singa yang
mulai berani dan besar itu pun mengeluarkan suara layaknya
kambing yaitu mengembik bukan mengaum!
la merasa dirinya adalah kambing, tidak berbeda dengan kambingkambing
lainnya. Ia sama sekali tidak pernah merasa bahwa dirinya
adalah seekor singa.

Suatu hari, terjadi kegaduhan luar biasa. Seekor serigala buas masuk
memburu kambing untuk dimangsa. Kambing-kambing berlarian
panik. Semua ketakutan. Induk kambing yang juga ketakutan
meminta anak singa itu untuk menghadapi serigala.

”Kamu singa, cepat hadapi serigala itu! Cukup keluarkan aumanmu
yang keras dan serigala itu pasti lari ketakutan!” Kata induk kambing
pada anak singa yang sudah tampak besar dan kekar.
Tapi anak singa yang sejak kecil hidup di tengah-tengah komunitas
kambing itu justru ikut ketakutan dan malah berlindung di balik
tubuh induk kambing. Ia berteriak sekeras-kerasnya dan yang keluar
dari mulutnya adalah suara embikan. Sama seperti kambing yang lain
bukan auman. Anak singa itu tidak bisa berbuat apa-apa ketika salah
satu anak kambing yang tak lain adalah saudara sesusuannya
diterkam dan dibawa lari serigala.

Induk kambing sedih karena salah satu anaknya tewas dimakan
serigala. Ia menatap anak singa dengan perasaan nanar dan marah,
”Seharusnya kamu bisa membela kami! Seharusnya kamu bisa
menyelamatkan saudaramu! Seharusnya bisa mengusir serigala yang
jahat itu!”

Anak singa itu hanya bisa menunduk. Ia tidak paham dengan maksud
perkataan induk kambing. Ia sendiri merasa takut pada serigala

sebagaimana kambing-kambing lain. Anak singa itu merasa sangat
sedih karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.
Hari berikutnya serigala ganas itu datang lagi. Kembali memburu
kambing-kambing untuk disantap. Kali ini induk kambing tertangkap
dan telah dicengkeram oleh serigala. Semua kambing tidak ada yang
berani menolong. Anak singa itu tidak kuasa melihat induk kambing
yang telah ia anggap sebagai ibunya dicengkeram serigala. Dengan
nekat ia lari dan menyeruduk serigala itu. Serigala kaget bukan
kepalang melihat ada seekor singa di hadapannya. Ia melepaskan
cengkeramannya.

Serigala itu gemetar ketakutan! Nyalinya habis! Ia pasrah, ia merasa
hari itu adalah akhir hidupnya!
Dengan kemarahan yang luar biasa anak singa itu berteriak keras,
”Emmbiiik!”

Lalu ia mundur ke belakang. Mengambil ancang ancang untuk
menyeruduk lagi.

Melihat tingkah anak singa itu, serigala yang ganas dan licik itu
langsung tahu bahwa yang ada di hadapannya adalah singa yang
bermental kambing. Tak ada bedanya dengan kambing.
Seketika itu juga ketakutannya hilang. Ia menggeram marah dan siap
memangsa kambing bertubuh singa itu! Atau singa bermental
kambing itu!

Saat anak singa itu menerjang dengan menyerudukkan kepalanya
layaknya kambing, sang serigala telah siap dengan kuda-kudanya
yang kuat. Dengan sedikit berkelit, serigala itu merobek wajah anak
singa itu dengan cakarnya. Anak singa itu terjerembab dan
mengaduh, seperti kambing mengaduh. Sementara induk kambing

menyaksikan peristiwa itu dengan rasa cemas yang luar biasa. Induk
kambing itu heran, kenapa singa yang kekar itu kalah dengan
serigala. Bukankah singa adalah raja hutan?
Tanpa memberi ampun sedikitpun serigala itu menyerang anak singa
yang masih mengaduh itu. Serigala itu siap menghabisi nyawa anak
singa itu. Di saat yang kritis itu, induk kambing yang tidak tega,
dengan sekuat tenaga menerjang sang serigala. Sang serigala
terpelanting. Anak singa bangun.
Dan pada saat itu, seekor singa dewasa muncul dengan auman yang
dahsyat!

Semua kambing ketakutan dan merapat! Anak singa itu juga ikut
takut dan ikut merapat. Sementara sang serigala langsung lari
terbirit-birit. Saat singa dewasa hendak menerkam kawanan kambing
itu, ia terkejut di tengah-tengah kawanan kambing itu ada seekor
anak singa.

Beberapa ekor kambing lari, yang lain langsung lari. Anak singa itu
langsung ikut lari. Singa itu masih tertegun. Ia heran kenapa anak
singa itu ikut lari mengikuti kambing? Ia mengejar anak singa itu dan
berkata,

”Hai kamu jangan lari! Kamu anak singa, bukan kambing! Aku tak
akan memangsa anak singa!”
Namun anak singa itu terus lari dan lari. Singa dewasa itu terus
mengejar. Ia tidak jadi mengejar kawanan kambing, tapi malah
mengejar anak singa. Akhirnya anak singa itu tertangkap. Anak singa
itu ketakutan,
”Jangan bunuh aku, ammpuun!”

”Kau anak singa, bukan anak kambing. Aku tidak membunuh anak
singa!”
Dengan meronta-ronta anak singa itu berkata, ”Tidak aku anak
kambing! Tolong lepaskan aku!”
Anak singa itu meronta dan berteriak keras. Suaranya bukan auman
tapi suara embikan, persis seperti suara kambing.
Sang singa dewasa heran bukan main. Bagaimana mungkin ada anak
singa bersuara kambing dan bermental kambing. Dengan geram ia
menyeret anak singa itu ke danau. Ia harus menunjukkan siapa
sebenarnya anak singa itu. Begitu sampai di danau yang jernih
airnya, ia meminta anak singa itu melihat bayangan dirinya sendiri.
Lalu membandingkan dengan singa dewasa.
Begitu melihat bayangan dirinya, anak singa itu terkejut, ”Oh, rupa
dan bentukku sama dengan kamu. Sama dengan singa, si raja hutan!”

”Ya, karena kamu sebenarnya anak singa. Bukan anak kambing!”
Tegas singa dewasa.

”Jadi aku bukan kambing? Aku adalah seekor singa!”

”Ya kamu adalah seekor singa, raja hutan yang berwibawa dan
ditakuti oleh seluruh isi hutan! Ayo aku ajari bagaimana menjadi
seekor raja hutan!” Kata sang singa dewasa.
Singa dewasa lalu mengangkat kepalanya dengan penuh wibawa dan
mengaum dengan keras. Anak singa itu lalu menirukan, dan
mengaum dengan keras. Ya mengaum, menggetarkan seantero hutan.
Tak jauh dari situ serigala ganas itu lari semakin kencang, ia
ketakutan mendengar auman anak singa itu.

Anak singa itu kembali berteriak penuh kemenangan, ”Aku adalah
seekor singa! Raja hutan yang gagah perkasa!”
Singa dewasa tersenyum bahagia mendengarnya.
Saya tersentak oleh kisah anak singa di atas! Jangan jangan kondisi
kita, dan sebagian besar orang di sekeliling kita mirip dengan anak
singa di atas. Sekian lama hidup tanpa mengetahui jati diri dan
potensi terbaik yang dimilikinya.
Betapa banyak manusia yang menjalani hidup apa adanya, biasabiasa
saja, ala kadarnya. Hidup dalam keadaan terbelenggu oleh
siapa dirinya sebenarnya. Hidup dalam tawanan rasa malas, langkah
yang penuh keraguan dan kegamangan. Hidup tanpa semangat hidup
yang seharusnya. Hidup tanpa kekuatan nyawa terbaik yang
dimilikinya.

Saya amati orang-orang di sekitar saya. Di antara mereka ada yang
telah menemukan jati dirinya. Hidup dinamis dan prestatif. Sangat
faham untuk apa ia hidup dan bagaimana ia harus hidup. Hari demi
hari ia lalui dengan penuh semangat dan optimis. Detik demi detik
yang dilaluinya adalah kumpulan prestasi dan rasa bahagia. Semakin
besar rintangan menghadap semakin besar pula semangatnya untuk
menaklukkannya.

Namun tidak sedikit yang hidup apa adanya. Mereka hidup apa
adanya karena tidak memiliki arah yang jelas. Tidak faham untuk apa
dia hidup, dan bagaimana ia harus hidup. Saya sering mendengar
orang-orang yang ketika ditanya, ”Bagaimana Anda menjalani hidup
Anda?” atau ”Apa prinsip hidup Anda?”, mereka menjawab dengan
jawaban yang filosofis,

”Saya menjalani hidup ini mengalir bagaikan air. Santai saja.”

Tapi sayangnya mereka tidak benar-benar tahu filosofi ’mengalir
bagaikan air’. Mereka memahami hidup mengalir bagaikan air itu ya
hidup santai. Sebenarnya jawaban itu mencerminkan bahwa mereka
tidak tahu bagaimana mengisi hidup ini. Bagaimana cara hidup yang
berkualitas. Sebab mereka tidak tahu siapa sebenarnya diri mereka?
Potensi terbaik apa yang telah dikaruniakan oleh Tuhan kepada
mereka. Bisa jadi mereka sebenarnya adalah ’seekor singa’ tapi tidak
tahu kalau dirinya ’seekor singa . Mereka menganggap dirinya adalah
’seekor kambing sebab selama ini hidup dalam kawanan kambing.
Filosofi menjalani hidup mengalir bagaikan air yang dimaknai
dengan hidup santai saja, atau hidup apa adanya bisa dibilang
prototipe, gaya hidup sebagian besar penduduk negeri ini. Bahkan
bisa jadi itu adalah gaya hidup sebagian besar masyarakat dunia
Islam saat ini.

Ketika saya pulang kampung, setelah sembilan tahun meninggalkan
kampung halaman untuk belajar di Cairo, saya menemukan tidak ada
perubahan berarti di kampung halaman saya. Cara berpikir
masyarakatnya masih sama. Cara hidupnya masih sama saja. Pak
Anu yang ketika saya masih di SD dulu kerjanya menggali sumur,
sampai saya pulang dari Mesir, bahkan sampai saat saya berdiri di
mimbar ini juga berprofesi menggali sumur. Bu Anu yang dulu
kerjanya menjual air memakai gerobak sampai sekarang juga tidak
berubah. Mbak Anu yang dulu jualan krupuk sambal di dekat SD
sampai sekarang juga masih di sana dan berjualan dagangan yang
sama.

Bahkan teman-teman yang dulu ketika di bangku sekolah dasar
terlihat begitu rajin dan cerdas, yang dulu pernah bercita-cita mau
jadi ini dan itu dan saya berharap ia telah meraih cita-citanya sekian
tahun berpisah ternyata jauh panggang dari api. Orang-orang yang
dulu hidup memprihatinkan ternyata sampai sekarang tidak berubah.

Kenapa tidak berubah?
Jawabnya karena mereka tidak mau berubah.
Kenapa tidak mau berubah?

Jawabnya karena mereka tidak tahu bahwa mereka harus berubah.

Bahkan kalau mereka tahu mereka harus berubah, mereka tidak tahu
bagaimana caranya berubah. Sebab mereka terbiasa hidup pasrah.
Hidup tanpa rasa berdaya dalam keluh kesah. Dan cara hidup seperti
itu yang terus diwariskan turun-temurun.
Ada seorang sastrawan terkemuka, yang demi melihat kondisi bangsa
yang sedemikian akut rasa tidak berdayanya sampai dia mengatakan,

”Aku malu jadi orang Indonesia!”

Di mana-mana, kita lebih banyak menemukan orang orang bermental
lemah, hidup apa adanya dan tidak terarah. Orang-orang yang tidak
tahu potensi terbaik yang diberikan oleh Allah kepadanya. Orangorang
yang rela ditindas dan dijajah oleh kesengsaraan dan kehinaan.
Padahal sebenarnya jika mau, pasti bisa hidup merdeka, jaya,
berwibawa dan sejahtera.

Tak terhitung berapa jumlah masyarakat negeri ini yang bermental
kambing. Meskipun sebenarnya mereka adalah singa!
Banyak yang minder dengan bangsa lain. Seperti mindernya anak
singa bermental kambing pada serigala dalam kisah di atas. Padahal
sebenarnya, Bangsa ini adalah bangsa besar! Ummat ini adalah
ummat yang besar!

Bangsa ini sebenarnya adalah singa dewasa yang sebenarnya
memiliki kekuatan dahsyat. Bukan bangsa sekawanan kambing.

Sekali rasa berdaya itu muncul dalam jiwa anak bangsa ini, maka ia
akan menunjukkan pada dunia bahwa ia adalah singa yang tidak
boleh diremehkan sedikitpun.

Bangsa ini sebenarnya adalah Sriwijaya yang perkasa menguasai
nusantara. Juga sebenarnya adalah Majapahit yang digjaya dan
adikuasa. Lebih dari itu bangsa ini, sebenarnya, dan ini tidak
mungkin disangkal, adalah ummat Islam terbesar di dunia. Ada dua
ratus juta ummat Islam di negeri tercinta Indonesia ini.

Banyak yang tidak menyadari apa makna dari dua ratus juta jumlah
ummat Islam Indonesia. Banyak yang tidak sadar. Dianggap biasa
saja. Sama sekali tidak menyadari jati diri sesungguhnya.

Dua ratus juta ummat Islam di Indonesia, maknanya adalah dua ratus
juta singa. Penguasa belantara dunia. Itulah yang sebenarnya.
Sayangnya, dua ratus juta yang sebenarnya adalah singa justru
bermental kambing dan berperilaku layaknya kambing. Bukan
layaknya singa. Lebih memperihatinkan lagi, ada yang sudah
menyadari dirinya sesungguhnya singa tapi memilih untuk tetap
menjadi kambing. Karena telah terbiasa menjadi kambing maka ia
malu menjadi singa! Malu untuk maju dan berprestasi!

Yang lebih memprihatinkan lagi, mereka yang memilih tetap
menjadi kambing itu menginginkan yang lain tetap menjadi
kambing. Mereka ingin tetap jadi kambing sebab merasa tidak
mampu jadi singa dan merasa nyaman jadi kambing. Yang
menyedihkan, mereka tidak ingin orang lain jadi singa. Bahkan
mereka ingin orang lain jadi kambing yang lebih bodoh!
Marilah kita hayati diri kita sebagai seekor singa. Allah telah
memberi predikat kepada kita sebagai ummat terbaik di muka bumi
ini. Marilah kita bermental menjadi ummat terbaik. Jangan bermental
ummat yang terbelakang. Allah berfirman, ”Kalian adalah sebaik

baik ummat yang dilahirkan untuk manusia, karena kalian menyuruh
berbuat yang makruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman
kepada Allah.!”
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!”

Source: Novel Kang Abik Ketika Cinta Bertasbih 2)

Selasa, 16 September 2008

Selamat & Raih Kemenangan



SELAMAT PUASA & LEBARAN

“Selamat Menjalankan Ibadah Puasa”
"Selamat Berlebaran & Meraih Kemenangan"
“Mohon Maaf Lahir Dan Bathin”
“Minal 'Aaidiin Wal Faaiziin”
“Taqabbalallaahu Minnaa Wa Minkum Taqabbal Yaa Kariim”
“Kullu ‘Aamin Wa Antum Bi Khairin”



“SAHABAT”
Sahabat adalah kehidupan jiwa yang mesti terpenuhi
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih
dan kau panen dengan penuh rasa terimakasih
dan dia pulalah naungan dan penghangatmu
karena angkau menghampirinya saat lapar
dan saat tubuh butuh kedamaian
apabila dia bicara mengungkapkan pikirannya
engkau tiada takut membisikan kata "tidak" dikalbumu sendiri
kau juga tiada menyembunyikan kata "Ya"
Dan tiada maksud lain dari persahabatan
kecuali saling memperkaya roh kejiwaan
karena kasih yang menyisakan pamrih dalam jangkaunan misterinya
bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan
hanya menagkap yang tiada diharapkan
dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu
Jika dia harus tahu musim surutmu
Biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.

(Sang Kahlil Gibran)

Minggu, 14 September 2008

Kisah Teladan Nabi Daud a.s. (Class 3)

KISAH NABI DAUD A.S.

Setelah sekian lama Nabi Musa wafat, Orang-orang Bani Israil tidak menjalankan perintah Allah lagi. Kebanyakan mereka ingkar dan hidup tanpa aturan agama. Keadaan inilah yang dimanfaatkan oleh Palestina Kuno untuk menjajah mereka. Mereka pun akhirnya terjajah, bahkan Kitab Suci peninggalan Nabi Musa telah hilang, yaitu Taurat. Ketika Taurat telah hilang dari mereka para musuh pun mereka menguasai peti perjanjian yang di dalamnya terdapat peninggalan keluarga Musa dan Harun. Bani Israil terusir dari keluarga mereka dan rumah mereka. Keadaan mereka sungguh sangat tragis.

Namun demikian masih ada seseorang yang shalih yang diutus oleh Allah untuk memberikan nasihat dan motivasi kepada mereka. Beliau adalah Samuel. Bani Israil pun mempercayai orang ini, hingga suatu ketika mereka menemui beliau untuk meminta nasihatnya: "Tidakkah kami orang-orang yang teraniaya?" Beliau menjawab: "Benar." Mereka berkata: "Tidakkah kami orang-orang yang terusir?" Beliau menjawab: "Benar." Mereka mengatakan: “Bagaimana caranya agar kita keluar dari krisis ini dan kita dapat mengembalikan tanah kita dan kemuliaan kita?"

Selanjutnya beliau bermunajat, berdoa kepada Allah memohon petunjuk. Allah memberinya petunjuk bahwa Bani Israil harus memiliki pemimpin tangguh yang bisa memimpin perang melawan penjajah. Lantas beliau berkata kepada mereka: "Apakah kalian yakin akan menjalankan peperangan jika diwajibkan peperangan atas kalian?"
Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak berperang di jalan Allah SWT sedangkan kami telah terusir dari negeri kami, dan anak-anak kami pun terusir serta keadaan kami makin memburuk." Beliau melanjutkan perkataan: "Sesungguhnya Allah SWT telah mengutus Thalut sebagai penguasa bagi kalian." Mereka berkata: "Bagaimana ia menjadi penguasa atas kami sedangkan kami lebih berhak mendapatkan kekuasaan itu daripadanya. Lagi pula, ia bukan seorang yang kaya, ia hanya seorang petani yang lemah, sedangkan di antara kami ada orang yang lebih kaya dan lebih hebat daripadanya."

Beliau berkata: "Sesungguhnya Allah SWT memilihnya atas kalian karena ia memiliki keutamaan dari sisi ilmu dan fisik. Dan Allah SWT memberikan kekuasaan-Nya kepada siapa pun yang Dia kehendaki." Mereka berkata: "Apa tanda kekuasaa-Nya?" Nabi menjawab: "Kitab Taurat yang dirampas musuh kalian akan kembali kepada kalian. Kitab itu akan dibawa oleh para malaikat dan diserahkan kepada kalian. Ini adalah tanda kekuasaan-Nya." Mukjizat tersebut benar-benar terjadi di mana pada suatu hari Taurat kembali kepada mereka.

Pembentukan pasukan Thalut dimulai. Thalut telah menyiapkan tentaranya untuk memerangi Jalut. Jalut adalah seseorang yang perkasa dan penantang yang hebat di mana tak seorang pun mampu mengalahkannya. Pasukan Thalut telah siap. Pasukan berjalan dalam waktu yang lama di tengah-tengah gurun dan gunung sehingga mereka merasakan kehausan. Raja Thalut berkata kepada tentaranya: "Kita akan menemui sungai di jalan. Barangsiapa yang meminumnya maka hendaklah ia akan keluar dari pasukan dan barangsiapa yang tidak mencicipinya dan hanya sekadar membasahi kerongkongannya (kurang lebih cuma satu teguk air) maka ia akan dapat bersamaku dalam pasukan, ini adalah air sungai itu hanyalah ujian keimanan kalian dari Allah."

Akhirnya, mereka mendapati sungai dan sebagian tentara minum air sungai itu sepuasnya dan kemudian mereka keluar dari barisan. Thalut telah menyiapkan ujian ini untuk mengetahui siapa di antara mereka yang menaatinya dan siapa yang membangkangnya; siapa di antara mereka yang memiliki tekad yang kuat dan mampu menahan rasa haus dan siapa yang memiliki keinginan yang lemah dan gampang menyerah.
Thalut berkata kepada dirinya sendiri: "Sekarang kami mengetahui orang-orang yang pengecut sehingga tidak ada yang bersamaku kecuali orang-orang yang berani." Jumlah pasukan memang berpengaruh tetapi yang paling penting dalam pasukan adalah, sifat keberanian dan iman, bukan semata-mata jumlah dan senjata. Lalu datanglah saat-saat yang menentukan bagi pasukan Thalut. Mereka berdiri di depan pasukan musuhnya, Jalut. Jumlah pasukan Thalut sedikit sekali tetapi pasukan Musuh sangat banyak dan kuat.

Sebagian orang-orang yang lemah dari pasukan Thalut berkata: "Bagaimana mungkin kita dapat mengalahkan pasukan yang perkasa itu?" Kemudian orang-orang mukmin dari pasukan Thalut menjawab: "Yang penting dalam pasukan adalah keimanan dan keberanian. Berapa banyak kelompok yang sedikit mampu mengalahkan kelompok yang banyak dengan izin Allah SWT." Allah SWT berfirman:
"Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka: 'Angkatlah untuk kami seorang raja agar kami berperang (di bawah pimpinannya) dijalan Allah. Nabi mereka menjawab: 'Mung-kin sehali jika kamu diwajibkan berperang, kamu tidah akan berperang.' Mereka menjawab: 'Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal kami sesungguhnya telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami.' Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, mereka pun berpaling, kecuali beberapa orang yang saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang lalim. Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu.' Mereka menjawab: 'Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalihan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang banyak?' (Nabi mereka) berkata: 'Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahi ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.' Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas Pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: 'Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman. Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: 'Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada rneminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku. Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: 'Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentara-nya.' Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: 'Berapa banyak yang terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orangyang sabar.'" (QS. al-Baqarah: 246-249)

Jalut tampak membawa baju besinya bersama pedangnya. Tampaknya ia menantang seseorang untuk berduel dengannya. Semua tentara Thalut merasa takut untuk menghadapinya. Di saat-saat tegang ini, muncullah dari pasukan Thalut seorang pengembala kambing yang kecil, seorang yang penyayang kepada semua binatang, yaitu Daud. Daud adalah seorang yang beriman kepada Allah SWT. Ia mengetahui bahwa keimanan kepada Allah SWT adalah hakikat kekuatan di alam ini, dan bahwa kemenangan bukan semata-mata ditentukan banyaknya senjata dan kuatnya tubuh.
Daud maju dan meminta kepada raja Thalut agar mengizinkannya berduel dengan Jalut. Namun si raja pada hari pertama menolak permintaan itu. Daud bukanlah seorang tentara, ia hanya sekadar pengembala kambing yang kecil. Ia tidak memiliki pengalaman dalam peperangan. Ia tidak memiliki pedang, senjatanya adalah potongan batu bata yang digunakan untuk mengusir kambingnya. Meskipun demikian, Daud mengetahui bahwa Allah SWT adalah sumber kekuatan yang hakiki di dunia ini. Karena ia seorang yang beriman kepada Allah SWT, maka ia merasa lebih kuat daripada Jalut.
Pada hari kedua, ia kembali meminta izin agar diberi kesempatan untuk memerangi Jalut. Lalu raja memberikan izin kepadanya. Raja berkata kepadanya: "Seandainya engkau berani memeranginya, maka engkau menjadi pemimpin pasukan dan akan menikahi anak perempuanku, yang bernama Mikyal". Daud tidak peduli dengan iming-iming tersebut. Ia hanya ingin berperang dan memenangkan agama. Ia ingin membunuh Jalut, seorang lelaki yang sombong yang lalim dan tidak beriman kepada Allah SWT, Raja mengizinkan kepada Daud untuk berduel dengan jalut.
Daud maju dengan membawa tongkatnya dan lima buah batu serta katapel. Jalut maju dengan dilapisi senjata dan baju besi. Jalut berusaha mengejek Daud dan merendahkannya serta menertawakan kefakirannya dan kelemahannya. Kemudian Daud meletakkan batu yang kuat di atas katapelnya, lalu ia melepaskannya di udara sehingga batu itu pun meluncur dengan keras. Angin menjadi sahabat Daud karena ia cinta kepada Allah SWT sehingga angin itu membawa batu itu menuju ke dahi Jalut. Batu itu membunuhnya. Jalut yang dibekali senjata yang lengkap itu tersungkur ke tanah dan mati.

Daud, seorang pengembala yang baik, mengambil pedangnya. Dan berkecamuklah peperangan di antara kedua pasukan. Peperangan dimulai saat pemimpinnya terbunuh dan rasa ketakutan menghinggapi seluruh pasukannya, sedangkan pasukan yang lain dipimpin oleh seorang pengembala kambing yang sederhana.
Allah SWT berfirman:
"Tatkala mereka tampak oleh jalut dan tentaranya, mereka pun berdoa: 'Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami terhadap orang-orang kafir.' Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentarajalut dengan izin Allah memberinya kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam." (QS. al-Baqarah: 250-251)

Setelah Daud membunuh jalut, ia mencapai puncak ketenaran di tengah-tengah kaumnya sehingga ia menjadi seorang lelaki yang paling terkenal di kalangan Bani Israil. Beliau menjadi pemimpin pasukan dan suami dari anak perempuan raja. Namun Daud tidak begitu gembira dengan semua ini. Beliau tidak bertujuan untuk mencapai ketenaran atau kedudukan atau kehormatan, tetapi beliau berusaha untuk menggapai cinta Allah SWT. Daud telah diberi suatu suara yang sangat indah dan mengagumkan. Daud bertasbih kepada Allah SWT dan mengagungkan-Nya dengan suaranya yang menarik dan mengundang decak kagum. Oleh karena itu, setelah mengalahkan Jalut, Daud bersembunyi. Beliau pergi ke gurun dan gunung. Beliau merasakan kedamaian di tengah-tengah makhluk-makhluk yang lain. Di saat mengasingkan diri, beliau bertaubat kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
"Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud karunia Kami. (Kami berfirman): 'Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud', dan Kami telah melu-nakkan besi padanya. (Yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa yang kamu kerjakan." (QS. Saba': 10-11)
"Dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud, dan Kamilah yang melakukannya. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi kepada kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah)." (QS. al-Anbiya': 79-80)

Ketika Daud duduk, maka ia bertasbih kepada Allah SWT dan memuliakan-Nya. Allah SWT memilih Daud sebagai Nabi dan memberinya Kitab Zabur. Allah SWT berfirman:
"Dan Kami berikan Kitab Zabur kepada Daud." (QS. al-Isra': 55)
Zabur adalah kitab suci seperti Kitab Taurat. Daud membaca kitab tersebut dan bertasbih kepada Allah SWT. Saat beliau bertasbih, gunung-gunung juga ikut bertasbih, dan burung-burung pun berkumpul bersama beliau.
Allah SWT berfirman:
"Dan ingatlah hamba Kami Daud yang mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu pagi dan petang, dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masing amat taat kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah dan kebijaksanaan dalam menyeksaikan perselisihan." (QS. Shad: 17-20)

Gurun terbentang sehingga mencapai ufuk. Ini adalah hari puasa Daud. Nabi Daud berpuasa pada suatu hari dan berbuka pada hari yang lain. Inilah yang disebut dengan Shiam ad-Dahr. Daud membaca Kitab Zabur dan merenungkan ayat-ayatnya. Gunung-gunung bertasbih bersamanya. Gunung menyempurnakan pembacaan ayat tersebut, dan terkadang beliau diam sementara gunung itu menyempurnakan tasbihnya. Bukan hanya gunung yang bertasbih bersama beliau, burung-burung pun ikut bertasbih. Ketika Daud mulai membaca Kitab Zabur yang suci maka burung-burung, binatang-binafang buas, dan pohon-pohon pun berkumpul di sisinya, bahkan gunung-gunung ikut bertasbih. Bukan hanya karena ketulusan Daud yang menjadi penyebab bertasbihnya gunung-gunung atau burung-burung bersama beliau; bukan hanya keindahan suaranya yang menjadi penyebab bertasbihnya makhluk-makhluk yang lain bersama beliau, namun ini adalah mukjizat dari Allah SWT kepadanya sebagai Nabi yang memiliki keimanan yang agung, yang cintanya kepada Allah SWT sangat tulus. Bukan hanya ini mukjizat yang diberikan kepada beliau, Allah SWT juga memberinya ilmu atau kemampuan untuk memahami bahasa burung dan hewan-hewan yang lain.

Pada suatu hari, beliau merenung dan mendengarkan ocehan burung yang berdialog satu sama lain. Lalu beliau mengerti apa yang dibicarakan burung-burung itu. Allah SWT meletakkan cahaya dalam hatinya sehingga ia memahami bahasa burung dan bahasa hewan-hewan yang lain. Daud sangat mencintai hewan dan burung. Beliau berlemah lembut kepada hewan-hewan itu, bahkan beliau merawatnya ketika hewan-hewan itu sakit sehingga burung-burung dan binatang yang lain pun mencintainya. Di samping kemampuan memahami bahasa burung, Allah SWT juga memberinya hikmah (ilmu pengetahuan). Ketika Daud memperoleh ilmu dari Allah SWT atau ketika ia mendapatkan mukjizat maka bertambahlah rasa cintanya kepada Allah SWT dan bertambah juga rasa syukumya kepada-Nya, begitu juga ibadahnya semakin meningkat. Oleh karena itu, beliau berpuasa pada suatu hari dan berbuka pada hari yang lain. Allah SWT sangat mencintai Daud dan memberinya kerajaan yang besar. Dan masalah yang dihadapi oleh kaumnya adalah, banyaknya peperangan di zaman mereka. Karena itu, pembuatan baju besi sangat penting. Baju besi yang dibuat oleh para ahli sangat berat sehingga seorang yang berperang tidak mudah bergerak dengan bebas ketika memakai baju besi itu.

Pada suatu hari, Nabi Daud duduk sambil merenungkan masalah tersebut dan di depan beliau ada potongan besi yang beliau main-mainkan. Tiba-tiba, beliau mengetahui bahwa tangannya dapat membikin besi itu lunak. Allah SWT memang telah melunakkan besi bagi Daud. Lalu Daud memotong-motongnya dan membentuknya dalam potongan-potongan kecil dan melekatkan sebagian pada yang lain, sehingga beliau mampu membuat baju besi yang baru, yaitu baju besi yang terbentuk dari lingkaran-lingkaran besi yang jika dipakai oleh seseorang yang berperang maka ia akan leluasa untuk bergerak dan tubuhnya tetap terlindung dari pedang dan kampak. Baju besi itu lebih baik dari semua baju besi yang ada pada saat itu.

Allah SWT melunakkan baju besi baginya. Yakni, Nabi Daud adalah orang yang pertama kali menemukan bahwa besi dapat menjadi leleh dengan api dan ia dapat dibentuk menjadi ribuan rupa. Kami merasa puas dengan tafsir seperti ini. Nabi Daud bersyukur kepada Allah SWT. Kemudian banyak pabrik-pabrik berdiri untuk membuat baju besi yang baru. Ketika selesai pembuatan baju besi itu dan diberikan kepada pasukannya maka musuh-musuh Daud mengetahui bahwa pedang mereka tidak akan mampu menembus baju besi ini. Baju besi yang dipakai oleh para musuh itu sangat berat dan dapat ditembus oleh pedang. Baju besi yang mereka pakai tidak membuat mereka bergerak dengan bebas dan tidak dapat melindungi mereka saat berperang, tidak demikian halnya dengan baju besi yang dibuat oleh Nabi Daud. Setiap peperangan yang diikuti oleh tentara Daud maka beliau selalu mendapatkan kemenangan; setiap kali beliau memasuki kancah peperangan maka beliau merasakan kemenangan. Beliau mengetahui bahwa kemenangan ini semata-mata datangnya karena Allah SWT sehingga rasa syukurnya kepada-Nya semakin bertambah dan tasbih yang beliau lakukan pun semakin meningkat serta kecintaan kepada Allah SWT pun semakin bergelora.

Ketika Allah SWT mencintai seorang nabi atau seorang hamba dari hamba-hamba-Nya maka Dia menjadikan manusia juga mencintainya. Manusia mencintai Nabi Daud sebagaimana burung-burung, hewan-hewan, dan gunung-gunung pun mencintainya. Raja melihat hal yang demikian itu lalu timbullah rasa cemburu dalam dirinya. Ia mulai berusaha untuk menyakiti Nabi Daud dan membunuhnya. Ia menyiapkan pasukan untuk membunuh Daud. Daud mengetahui bahwa raja cemburu kepadanya. Oleh karena itu, beliau tidak memerangi raja namun apa yang beliau lakukan? Beliau mengambil pedang raja saat ia tidur lalu beliau memotong sebagian dari pakaiannya dengan pedang itu. Kemudian beliau membangunkan raja dan berkata kepadanya: "Wahai raja, engkau telah berencana untuk membunuhku, namun aku tidak membencimu dan tidak ingin membunuhmu. Seandainya aku ingin membunuhmu maka aku lakukan saat engkau tidur. Ini bajumu telah terpotong. Aku telah memotongnya saat engkau tidur. Aku bisa saja memotong lehermu sebagai ganti dari memotong baju itu, tetapi aku tidak melakukannya. Aku tidak suka untuk menyakiti seseorang pun. Ajaran yang aku bawa hanya berisi cinta dan kasih sayang, bukan kebencian. Raja menyadari bahwa dirinya salah dan ia meminta maaf kepada Daud."

Kemudian berlalulah hari demi hari dan raja terbunuh dalam suatu peperangan yang tidak diikuti oleh Nabi Daud, karena raja itu cemburu kepadanya dan menolak bantuannya. Setelah itu, Nabi Daud menjadi raja. Masyarakat saat itu mengetahui bahwa Daud melakukan apa saja demi kebaikan dan kebahagiaan mereka sehingga mereka rela untuk menjadikannya raja bagi mereka. Jadi, Daud menjadi Nabi yang diutus oleh Allah SWT sekaligus menjadi raja. Kekuasaan tersebut justru meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT dan meningkatkan ibadahnya kepada-Nya serta mendorong beliau untuk lebih meningkatkan kebaikan dan menyantuni orang-orang fakir serta menjaga kepentingan masyarakat umum.

Allah SWT memperkuat kerajaan Daud. Allah selalu menjadikannya menang ketika melawan musuh-musuhnya. Allah menjadikan kerajaannya sangat besar sehingga ditakuti oleh musuh-musuhnya meskipun tidak dalam peperangan. Allah menambah nikmat-Nya kepada Daud dalam bentuk memberinya hikmah. Selain memberi kenabian kepada Daud, Allah SWT memberi hikmah dan kemampuan untuk membedakan kebenaran dari kebatilan. Nabi Daud mempunyai seorang anak yang bernama Sulaiman. Sulaiman adalah anak yang cerdas dan kecerdasannya itu tampak sejak masa kecilnya. Usia Sulaiman mencapai sebelas tahun ketika terjadi kisah ini. Allah SWT berfirman:
"Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberihan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu, maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu. " (QS. al-Anbiya': 78-79)

Kelak Sulaiman juga diangkat oleh Allah menjadi seorang Nabi dan Rasul. (Simaklah kisah Nabi Sulaiman pada cerita selanjutnya).

Sabtu, 13 September 2008

100 Manusia Terhebat di Dunia

100 ORANG PALING BERPENGARUH DI DUNIA

Nabi Muhammad SAW menempati kedudukan nomor satu daftar manusia yang paling berpengaruh dalam panggung sejarah dunia, dihitung sampai sekarang.Hal ini dinyatakan oleh Michael H. Hart, seorang ahli astronomi dan ahli sejarah terkenal di Amerika Serikat dalam bukunya “The 100″ yang terbit baru-baru Amerika Serikat.
Menurut Michael Hart, Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling berpengaruh di antara milyaran penduduk dunia, karena ia adalah satu-satunya manusia yang berhasil secara luar biasa baik dalam kegiatan keagamaan maupun pemerintahan
Daftar nama 100 orang paling berpengaruh itu selengkapnya adalah:
1. Nabi Muhammad SAW
2. Isaac Newton
3. Nabi Isa
4. Buddha
5. Confucius
6. Saint Paul
7. Thai Lun
8. Johan Gutemberg
9. Christopher Columbus
10. Albert Einstein
11. Karl Marx
12. Louis Pasteur
13. Galileo Galilei
14. Aristoteles
15. V.I. Lenin
16. Nabi Musa
17. Charles Darwin
18. Chin Huang Ti
19. Agustus Caesar
20. Mao Tse-tung
21. Genghis Khan
22. Euclid
23. Martin Luther
24. Nicolas Copernicus
25. James Watt
26. Constantine the Great
27. George Washington
28. Michael Faraday
29. James Clerk Maxwell
30. Orville dan Wilbur Wright
31. Antoine Laurent Lavoisier
32. Sigmund Freud
33. lskandar Zulkarnaen
34. Napoleon Bonaparte
35. Adolf Hitler
36. William Shakespeare
37. Adam Smith
38. Thomas Edison
39. Anton van Leuwenhoek
40. Plato
41. Gugleilmo Marconi
42. Ludwig van Beethoven
43, Werner Heisenberg
44. Alexander G Bell
45. Alexander Fleming
46. Simon Bolivar
47. Oliver Cromwell
48. John Locke
49. Michelangelo
50. Pans Urban II

51. Umar bin Khatab
52. Asoka
53. Sam Augustine
54. Max Planck
55. John Calvin
56. William Morton
57. William Harvey
58. Antoine Becquerel
59. Greger Mendel
60. Joseph Lister
61. Nicholas August Otto
62. Louis Daguerre
63. Joseph Stalin
64. Rene Descartes
65. Julius Caesar
66. Francisco Pizarro
67. Hernando Cortes
68. Ratu Isabella I
69. William the Congqueror
70. Thomas Jefferson
71. Jean Jacques Rousseau
72. Edward Jenner
73. Wilhelm Rontgen
74. Johan Sebastian Bach
75. Lau-tzu
76. Enrico Ferni
77. Thomas Maltus
78. Francis Bacon
79. Voltaire
80. John F. Kennedy
81. Gregory Pincus
82. Sui Wen Ti
83. Mani (Manes)
84. Vasco da Gama
85. Charlemagne
86. Cyrys the Great
87. Leonard Euler
88. Nicollo Machiavelli
89. Zoroaster
90. Menes
91. Peter the Great
92. Mencius
93. John Dalton
94. Homer
95. Ratu Elizabeth I
96. Justinian I
97. Johannes Kepler
98. Pablo Picasso
99. Mahavira
100. Niels Bohr

Senin, 08 September 2008

Merubah Paradigma

RUBAH PARADIGMA

“Bukalah pikiran Anda untuk selalu terbuka terhadap perubahan yang konstruktif, sambutlah perubahan itu”

Jika kita menginginkan kemajuan, maka perubahan merupakan sebuah keharusan. Manusia yang ingin berubah harus memiliki keberanian. Tanamkan keyakinan yang kuat dalam diri, dalam hati, dalam pikiran.
Stephen R. Covey menyatakan:
“Jika anda menginginkan perubahan kecil garaplah perilaku anda: jika anda menginginkan perubahan besar dan mendasar, garaplah paradigma”.
Manusia sebagai mahluk yang terus membutuhkan belajar (learning creature), harus bisa membawa dirinya kea rah perubahan. Siapa saja yang tidakl pernah mengalami perubahan maka dia telah mati. Siapa yang tidak mengalami perubahan berarti maka dia telah gagal sebagai manusia pembelajar. Karena inti dari belajar adalah perubahan.

Di antara penyebab yang menghambat laju perubahan adalah paradigma. Setiap manusia pasti memiliki paradigma sendiri, yang tersusun berdasarkan masa lalu dan pengalaman hidupnya. Paradigma yang anda miliki membuat anda menjadi hidup, merasa berarti dan lebih bermanfaat. Paradigma juga bisa membatasi anda dan kemajuan anda. Paradigma akan berfungsi seperti karang semen yang melekat pada pikiran dan hati kita. Jika kerangka berfikir tidak mengakui keberadaan perubahan, kita akan terbatasi pada setiap perubahan yang harus dilakukan. Akibatnya, paradigma dapat menyembunyikan kesempatan untuk berubah.

Jangan pernah takut untuk berubah kawan!
“Anda adalah apa yang anda bayangkan untuk menjadi apa kelak” (Kurt Vonnegurt)
Sekarang, renungkan diri Anda. Siapkah Anda untuk berubah kea rah yang lebih baik? Jika Anda sudah siap, maka buatlah Visi Anda ke depan. Jangan takut untuk melejitkan cita-cita. Tulislah cita-cita Anda, bahkan ucapkan dengan lantang. Teriakkan Visi Anda jika perlu.
Jika Anda memiliki harapan, maka Anda akan berusaha keras untuk meraih harapan itu. Maka harapan adalah motivasi Anda. Jika harapan Anda rendah maka usaha Anda akan lemah, namun jika Harapan Anda tinggi namun realistis maka usaha Anda akan tinggi. Apalagi jika harapan itu taruhannya adalah harga diri, maka Anda akan berupaya dengan berbagai cara untuk meraihnya, sebagai pertanda bahwa Anda dapat menjunjung tinggi harga diri Anda.
“Selamat Berubah”

Mind Maping


Mind Map

Apa itu Mind Map?
• Mind Map adalah cara mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah, menangkap berbagai pikiran dalam berbagai sudut.
• Mind Map mengembangkan cara pikir divergen, berpikir kreatif.
• Mind Map adalah alat berpikir organisasional yang sangat hebat. Mind Map dapat diistilahkan sebagai “Pisau Tentara Swiss, Otak.”
• Mind Map adalah cara termudah untuk menempatkan informasi kedalam otak dan mengambil informasi itu ketika dibutuhkan.
Pengertian Mind Map? Mind Map adalah cara mencatat kreatif, efektif, otak kanan dan otak kiri dan memetakan pikiran-pikiran kita secara menarik, mudah dan berdaya guna.
Kegunaan Mind Map?
Mind Map akan…
• Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah atau area yang luas.
• Memungkinkan kita merencanakan rute atau membuat pilihan-pilihan dan mengetahui kemana kita akan pergi dan dimana kita berada.
• Mengumpulkan sejumlah besar data di satu tempat.
• Mendorong pemecahan masalah dengan membiarkan kita melihat jalan-jalan terobosan kreatif baru.
• Menyenangkan untuk dilihat, dibaca, dicerna dan diingat.
Kapan Mind Map berguna?
• Ketika anda ingin menemukan ide inovatif dan jalan keluar kreatif.
• Kerika anda ingin mengingat informasi secara efektif dan efisien. Artinya, sekalipun anda dalam tekanan, tetap saja anda dapat mengingat informasi itu dengan baik.
• Ketika anda ingin menetapkan sebuah tujuan, dan langkah-langkah untuk mencapainya.
• Ketika anda sedang berpikir untuk mengubah karir anda atau memulai usaha baru.
• Ketika anda ingin mengadakan rapat yang efisien dan lancar.
Kapan Mind Map berguna? Ketika anda membaca sebuah buku, kemudian menguasai isinya secara mudah dan cepat.
Apa yang diperlukan untuk membuat Mind Map?
• Kertas kosong tak bergaris
• Pena dan pensil warna
• Otak
• Imaginasi
7 Langkah membuat Mind Map:
1. Mulailah dengan kertas kosong.
2. Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama.
3. Gunakan berbagai warna.
4. Hubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat. Buatlah ranting-ranting yang berhubungan ke cabang dan seterusnya.
5. Buatlah garis hubung yang melengkung.
6. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis.
7. Gunakan gambar.
sumber: www.psikologi.tarumanagara.ac.id

Amalan Amalan di Ramadhan

KIAT-KIAT MENGHIDUPKAN BULAN RAMADHAN


Kehidupan umat manusia di dunia ini hanya sebentar, apalagi umatnya Nabi Muhammad. Meskipun demikian, Allah telah memberikan berbagai keistimewaan kepada umat Nabi Muhammad Saw. Di antaranya adalah kesempatan untuk meraih pahala dan kebaikan yang nilainya berlipat ganda. Nilai kebaikan yang paling tinggi Allah berikan ketika malam “lailatul qadar”. Malam ini lebih mulia dari seribu bulan. Artinya adalah umat Nabi Muhammad bisa meraih pahala selama 83 tahun hanya dalam semalam. Selain itu Allah memberikan kesempatan yang luar biasa untuk mengumpulkan nilai kebaikan pada bulan ramadhan.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi umat islam untuk memanfaatkan bulan ramadhan dengan amal kebaikan. Ada beberapa amalan baik sunnah yang sangat dianjurkan oleh Allah, yaitu:

1) Menjaga hati, pikiran, lisan dan anggota badan lainnya.
Nabi Muhammad Saw. bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim: “Siapa yang berpuasa karena beriman dan semata mengharap ridha Allah, niscaya dosanya yang telah lalu akan diampuni oleh Allah”. Sedangkan dalam hadis Imam Bukhari dikatakan: “Siapa yang tidak menahan diri dari ucapan kotor dan perbuatan jelek, maka Allah tidak akan memberinya pahala / ridha meskipun dia lapar dan haus”.

2) Shalat tarawih
Dikatakan dalam hadis Bukhari dan Muslim: “Siapa yang menunaikan qiyamul lail pada bulan ramadhan karena iman dan mengharapkan ridha Allah maka akan diampuni dosanya yang lalu”. Dan dalam hadis lain dikatakan: “Siapa yang shalat tarawih bersama imam hingga selesai, maka ia akan mendapatkan pahala semalam penuh” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah).

3) Bersedekah
Dalam hadis at-Tirmidzi dikatakan bahwa “Sebaik-baik shadaqah adalah di bulan Ramadhan”. Dalam hadis lain dikatakan juga bahwa: “Siapa yang memberi makan / minum kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang berpuasa tersebut tanpa berkurang sedikitpun”.

4) Tadarus (mengkaji) al-Quran
Malaikat memperdengarkan bacaan al-Quran (talaqqi) kepada Nabi Muhammad pada bulan Ramadhan. Orang-orang shalih senantiasa membaca / tadarus al-Qur’an hingga khatam berkali-kali pada bulan ini. Maka sudah sepantasnya bagi kita untuk senantiasa membaca al-Qur’an juga karena Allah akan melipatgandakan pahalanya.Rasul pernah bersabda bahwa orang yang sering membaca al-Quran maka rumahnya akan bercahaya atau dipenuhi berkah dari Allah.

5) I’tikaf
I’tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dalam keadaan suci dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. Aktivitas yang dilakukan oleh orang yang beri’tikaf adalah ibadah, seperti baca qur’an, shalar, dzikir, dll.

6) Memperbanyak dzikir dan berdoa.
Dzikir artinya mengingat Allah. Dzikir ini sebenarnya harus selalu dilakukan oleh seorang yang beriman di setiap detiknya tanpa lalai. Apalagi pada bulan Ramadhan, umat islam sangat dianjurkan untuk meningkatkan kualitas dzikir dan memperbanyak doa.

“Selamat menjalankan ibadah puasa”